Cermin Ajaib Bicara Tentang Musuh Manusia

بِسْمِ ﷲ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

Aku sedang diam saja saat menyadari ada cermin tergeletak di atas meja kayu, berbentuk oval dan berbingkai silver, milik siapa?

Gagang pegangannya pas dalam genggaman lalu suasana di sekitar berubah hening oh tidak seperti kedap suara.

“Cermin, bisa jawab aku?”

Aku terkekeh sendiri menyadari telah melakukan hal yang sia-sia.

“Ajukan pertanyaanmu.”

Terperanjat dan hampir saja aku terjungkal dari kursi. Khayalku kah? Tapi baiklah, lets play the game.

“Bisakah manusia hidup aman, damai, tentram?”

“Mustahil.”

“Kenapa tidak? bukankah jika hati kita dekat dengan Tuhan maka semua akan baik-baik saja?”

“Benar.”

Aku merutuki diri, benar sudah tidak waras bicara dengan cermin. Lihat kan, tadi bilang mustahil sekarang membenarkan, ahh sia-sia.

Tunggu…

“Maksudmu mustahil tadi apa?”

“Akan ada yang selalu mengintai manusia, tidak rela membiarkannya berada di jalan yang lurus. Seringnya manusia lalai sebab ancaman ini dianggap remeh hanya karena tidak nampak oleh mata.”

Aku menelan ludah. Panjang sekali cermin berbicara, pastilah tidak main-main.

“Memang seberapa berbahaya?”

“Ingatkah tentang janji iblis semenjak Nabi Adam diciptakan?”

“… Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”

Gleg… Tubuhku kaku, otak membeku, lidah kelu, kemudian menyusup rasa malu.

“Hhaa… lihat manusia seperti kau, meminta kedamaian tapi lupa mempelajari siapa lawan sesungguhnya.”

Aku menunduk, menekuri ubin, ruangan mendadak kehilangan oksigen, sesak.

“Masih ada waktu, buka pedoman hidupmu dan baca, pelajari, pahami, amalkan, baru setelah itu kau sadar bahwa segala pertanyaan telah memiliki jawabannya, tertulis dengan jelas.”

Mataku terpejam, ada haru kala angin berhembus lembut, mengatakan tentang kesempatan yang belum terlambat untuk dimanfaatkan.

Kawan, sungguh aku ingin menceritakan semua percakapanku, namun aku lupa, tak mungkin kalian lalai seperti aku.

Cukup mempertanyakan banyak hal, mari dahului dengan belajar.

———————–

Keseluruhan inti cerita dapat dilihat dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 61-65.

Yuk… tumbuhkan kembali semangat mempelajari surat cinta Ilahi :).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

hptekno.com